RSS

ASTA BRATA DALAM KEPEMIMPINAN HINDU

A.    PENGERTIAN ASTA BRATA
Di bangku kuliah, kita diajarkan manajemen, yang sebagian besar mengadopsi ajaran-ajaran dari bangsa Barat. Apakah bangsa Timur tidak mewariskan ajaran-ajaran kepemimpinan yang dapat digunakan untuk memimpin negara menuju kesejahteraan dan kemakmuran rakyat?. Setelah saya coba buka-buka buku dan sejarah ternyata Bangsa Timur tidak kalah dengan bangsa Barat. Bangsa kita pun (Timur) telah mewariskan banyak ilmu-ilmu manajemen.  Salah satunya adalah ASTA BRATA  yang telah diterapkan di bumi nusantara ini sejak ribuan tahun silam hingga negeri ini sempat mengalami kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit.

CATUR MARGA DAN CATUR ASRAMA

A.    Catur Marga Yoga
Dalam ajaran agama Hindu kita mengenal beberapa cara untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diantaranya disebut Catur Marga, yang berarti empat cara atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya kata yoga, dapat juga berarti masuk atau menyatukan diri, sehingga Catur Marga Yoga dapat pula diartikan empat jalan untuk menyatukan diri dengan Tuhan untuk mencapai moksa. Keempat jalan ini memiliki nilai yang sama namun menjadi sangat utama apabila didasari dengan kesungguhan hati dan Sradha yang mantap. Keempat jalan itu adalah Bhakti Marga Yoga, Karma Marga Yoga, Jnana Marga Yoga, dan Raja Marga Yoga.

CATUR PURUSA ARTHA

CATUR PURUSA ARTHA

A.    PENGERTIAN CATUR PURUSA ARTHA
Tujuan agama diwahyukan ke muka bumi adalah untuk menuntun umat manusia agar mencapai ketenteraman dan kebahagiaan serta kesempurnaan hidup berupa kesucian bathin. Jadi ada dua spek yang ingin dicapai, bahagia dan sejahtera secara duniawi yang disebut “Jagad Bita”, dan tenteram serta bahagia secara Rohani yang disebut “Moksa”. Itulah tujuan agama Hindu seperti dirumuskan dalam maha wakya Moksartham Jagad Hitayaca iti Dharmah.
Sejalan dengan tujuan agama tersebut setiap ingin mendapatkan kesejahteraan kebhagiaan dan ketenteraman dalam kehidupnya. Sehubungan dengan itu agama Hindu mengajarkan dasar dan tujuan hidup manusia yang disebut “Catur Purusa Artha”.
Secara etimologi kata catur berarti empat, purusa berarti jiwa, dan artha berarti tujuan, sedangkan kata warga berarti terjalin erat. Dari arti kata tersebut kita dapat menerjemahkan catur purusa artha atau catur warga sebagai empat tujuan hidup manusia yang terjalin erat, satu dengan lainnya, atau dapat pula diartikan empat tujuan hidup manusia yang mewujudkan satu perpaduan yang utuh. Dalam Pustaka Suci Hindu dinyatakan bahwa, tubuh inilah merupakan alat untuk mendapatkan Dharma,  Artha, Kama dan Moksaseperti tercantum dalam kitab Brahma Purana 228.45 yang berbunyi “Dharmartha kama moksanam sariram sadhanam”, badan sebagai sarana mencari tujuan hidup berupa dharma artha kama dan moksa.

KASTA DAN WARNA DALAM AGAMA HINDU

A.    Pengertian Warna dan Kasta dalam Agama Hindu
Di dalam kehidupan agama Hindu, kita sering mendengar adanya perbedaan status sosial yang didasarkan atas system kasta. Sepintas lalu orang akan membenarkan kenyataan itu. Menurut bahasa Sansekerta (bahasa yang dipakai dalam kitab suci weda) kata “kasta” berasal dari kayu, jadi bukan berarti pembedaan golongan atau status sosial berdasarkan keturunan seperti pengertian kata “caste” dalam bahasa Portugis (caste=pemisah, tembok atau pembatas).
Istilah kasta dalam Agama Hindu muncul karena adanya proses sosial yang mengaburkan pengertian warna. Pengaburan istilah warna inilah yang menyebabkan lahirnya tradisi kasta yang membagi tingkatan seseorang dalam masyarakat berdasarkan status kelahiran dan status keluarganya. Istilah kasta juga sebenarnya tidak di atur dalam weda. Kasta tidak pernah ada dalam tradisi Hindu melainkan kasta dimulai sejak adanya kedatangan bangsa Arab dan Kristen di India. Istilah kasta mulai dilekatkan dalam agama Hindu sejak adanya Max Muller. Dari sinilah juga muncul istilah berdarah biru ataupun kaum bangsawan. Kasta di Bali dipengaruhi oleh adanya kerajaan-kerajaan pada jaman dahulu.

CUNTAKA

A. Pengertian Cuntaka
Istilah cuntaka mengandung suatu pengertian mengenai suatu keadaan tidak suci menurut pandangan agama Hindu. Kata cuntaka berasal dari bahasa Jawa Kuno (bahasa Kawi) yang artinya suatu keadaan tidak suci akibat dari suatu kematian. Berdasarkan atas pengertian tersebut, berarti setiap kematian akan dapat menyebabkan keadaan cuntaka. Kematian yang dimaksud dalam pengertian ini adalah akibat kematian manusia. Sedangkan kematian bagi makhluk lain tidaklah menyebabkan cuntaka.
Di dalam lontar Çiwa Çasana ada disebutkan istilah “cuntaka janma” yang berarti orang hina dalam kehidupannya. Orang yang dipandang cuntaka janma di dalam lontar Çiwa Çasana adalah orang yang dijadikan korban, orang yang diserahkan pada waktu upacara Sawa Wedhana atau dalam upacara Asti. Dari sumber ini membawa pengertian bahwa cuntaka mengandung pengertian yang cukup luas meliputi keadaan yang abstrak dan relatif, karena masalah hina dan jelek serta kotor (cemer) adalah masalah nilai yang tidak sama pada masing – masing orang.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AGAMA HINDU

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AGAMA HINDU


A.    Perkembangan Hindu di India
Pada mulanya Agama Hindu muncul di lembah sungai Sindhu di India sebelah barat, tepatnya di Punyab,  yaitu hulu sungai Sindhu yang bercabang lima. Menurut pendapat Tilak, Wahyu Tuhan yang pertama telah diturunkan pada tahun 6000 SM.
Sumber pokok ialah  kitab-kitab suci Hindu yang terhimpun dalam Weda Sruti, Smerti, Itihasa, Upanisad dan sebagainya. Filsafat maupun kebudayaan yang tumbuh di India bersifat religius dalam arti bernafaskan keagamaan dan agama Hindu merupakan sumber kekuatan rohani yang menjiwainya.
 Perkembangan agama Hindu dapat di ketahui dari kitab-kitab suci agama Hindu yang terhimpun dan Veda Sruti, Veda Smrti, Itihasa, Upanisad dan sebagainya. Perkembangan agama Hindu di India, berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang yaitu berabad-abad hingga sekarang. Perkembangan Hindu di India oleh Radhakrisnan dibagi menjadi 4 (empat) periode. Keempat periode tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. 

SMA NEGERI 1 SUKAWATI ANGKATAN 2010

Mumpung fotonya ketemu, aku upload aja, supaya bisa dilihat oleh orang-orang di seluruh dunia hahhahaaaaaa :D tahun 2010 menjadi siswa baru di SMA NEGERI 1 SUKAWATI. kemudian tahun 2013 kami lulus 100% dan menjalani kehidupan sesuai pilihan masing-masing. Kami terpisah ke berbagai PTN, PTS atau sejenisnya. Ini untuk kenangan kita bersama :)